Edukasi Petani Dalam Memanfaatkan Informasi dan Prakiraan Iklim/Musim Melalui Sekolah Lapang Iklim di Tegalsari, Kedu, Temanggung

Authors

  • Zauyik Nana Ruslana Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Kota Semarang, Indonesia
  • Umaroh Umaroh Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Kota Semarang, Indonesia
  • Giarno Giarno Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Tangerang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35914/jepkm.v1i2.7

Keywords:

Sekolah Lapang, Iklim, cuaca, kedu, BMKG,

Abstract

Potensi pertanian yang besar di Karesidenan Kedu terkendala oleh kesadaran dan pemahaman unsur cuaca iklim yang kurang tepat. Salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani adalah Sekolah Lapang Iklim (SLI). Kegiatan SLI tahap 3 (SLI 3) merupakan eduksi secara langsung untuk meningkatkan kemampuan petani dalam merencanakan kegiatan usaha tani dengan memanfaatkan pengetahuan tentang cauca dan iklim. Hasil kegiatan SLI 3 ini terlihat dari hasil pre-Test dan post-test dimana nilai rata-rata pemahaman materi SLI pre test 56.8% benar dibandingkan 81.2% setelah kegiatan atau post test.  Selain itu petani langsung menerapkan pengetahuan cara menghitung hasil panen padi. Diperoleh panen padi terendah sebesar 6.2 Ton/Ha dan tertinggi sebesar 7.8 Ton/Ha dengan rata-rata produktivitas adalah 6.8 Ton/Ha. Mengingat di masa tanam ini terjadi serangan hama lebih banyak dibandingkan dengan waktu tanam Tahun 2018, hasil produktivitas pada Sekolah Lapang Iklim BMKG masih lebih tinggi dari rata-rata Kabupaten sebesar 6.2 Ton/Ha dengan kenaikan produksi 9.7%.

References

Azizah, N. (2020). Strategi Peningkatan Sikap Petani Melalui Sekolah Lapang Iklim (Sli) Di Kelurahan Banyurip Kota Pekalongan. Tesis Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang. http://lib.unnes.ac.id/36665/1/UPLOAD_NUR_AZIZAH.pdf. diakses 15 Nopember 2022

Azifah, D., Agustono & Setyowati, N. (2016). Identifikasi sub sektor pertanian di eks Karesidenan Kedu (pendekatan minimum requirements technique). SEPA, 12(2), 182 – 192.

BMKG. (2016). Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Tentang Pengamatan dan Pengelolaan Data Iklim di Lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. BMKG, Jakarta.

Didiharyono, D., Giarno, G., & Sapareng, S. (2022). Changes in rainfall intensity, rising air temperature, wind speed, and its relationship with landuse in Makassar City. JST (Jurnal Sains dan Teknologi), 11(2).

Faizana, F., Nugraha, A. L., & Yuwono, B. D. (2015). Pemetaan risiko bencana tanah longsor Kota Semarang. Jurnal Geodesi UNDIP, 4(1), 223-234..

Fadlan, A., Safril, A., Suwandi, Veanti, D. P. O., Nugraheni, I. R., Septiadi, D., Harahap, D., Nuraini, N., & Munawar. (2022). Pengetahuan Tentang Iklim dan Cuaca Untuk Kemajuan Pertanian di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Meteorologi Klimatologi Geofisika dan Instrumentasi, 1, (1), 1-4.

Giarno, Zadrach L. D. & Mustofa, M. A. (2012). Kajian awal musim hujan and awal musim kemarau di Indonesia,. Jurnal Meteorologi and Geofisika. 1, 1–8.

Giarno & Nanaruslana, Z. (2022). The precursors of high rainfall intensity during June in Southern Central Java: A case study of flash floods 18 june 2016 in Purworejo. MAUSAM, 73(4), 867–886.

Giarno, Saputra, A. H., & Rachmawardani, A. (2022) Optimalisasi Edukasi Informasi Geohidrometeorologi Untuk Masyarakat Perkotaan (Studi Kasus: Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten). To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 554-563

Giarno. (2022). Analisis Kinerja Penelitian Prodi Klimatologi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Berdasarkan Data Google Scholar. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Meteorologi Klimatologi Geofisika dan Instrumentasi, 1, (1), 25-33

Heksaputra, D., Naimah, Z., Azani, Y., & Iswari, L. (2013). Penentuan Pengaruh Iklim Terhadap Pertumbuhan Tanaman dengan NaïveBayes. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013, Yogyakarta.

Hidayati, I. N., & Suryanto (2015). Pengaruh perubahan iklim terhadap produksi pertanian dan strategi adaptasi pada lahan rawan kekeringan. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 16(1), 42-52

Ramadhan, D.N.S. (2021). Sekolah lapang iklim solusi adaptasi perubahan cuaca sektor pertanian. Antara. https://www.antaranews.com/berita/2387721/sekolah-lapang-iklim-solusi-adaptasi-perubahan-cuaca-sektor-pertanian. diakses 15 Nopember 2022.

Syafitri, A. W., & Rochani, A. (2021). Analisis Penyebab Banjir Rob di Kawasan Pesisir Studi Kasus: Jakarta Utara, Semarang Timur, Kabupaten Brebes, Pekalongan. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 16-28.

Suryanegara, & Saputra, S. (2018). Pemahaman Petani terhadap Program Sekolah Lapang Iklim di Desa Wonosari, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. UNS-Pascasarjana Program Studi Ilmu Lingkungan-A131508022-2018. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/63095/Pemahaman-Petani-terhadap-Program-Sekolah-Lapang-Iklim-di-Desa-Wonosari-Gondangrejo-Karanganyar-Jawa-Tengah. diakses 15 Nopember 2022.

Ujung, A. T., Nugraha, A. L., & Firdaus, H. S. (2019). Kajian pemetaan risiko bencana banjir kota semarang dengan menggunakan sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi UNDIP, 8(4), 154-164.

USAID. (2018). Climate Field School. USAID. http://geo.co.id/apik/2018/11/21/climate-field-school/ diakses tanggal 16 Nopember 2022.

Downloads

Published

2023-05-29

How to Cite

Ruslana , Z. N. ., Umaroh, U., & Giarno, G. (2023). Edukasi Petani Dalam Memanfaatkan Informasi dan Prakiraan Iklim/Musim Melalui Sekolah Lapang Iklim di Tegalsari, Kedu, Temanggung. Jurnal Edukasi Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 42–52. https://doi.org/10.35914/jepkm.v1i2.7